jump to navigation

Manusia sebagai makhluk individu dan sosial November 15, 2012

Posted by Arie in Uncategorized.
trackback

Manusia sebagai makhluk individu

Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi atau kelompok, manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri di antara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadi dasar bagi self-realisation. Pada dasarnya, kegiatan atau aktivitas seseorang ditujukan untuk memenuhi kepentingan diri dan kebutuhan diri. Sebagai makhluk dengan kesatuan jiwa dan raga, maka aktivitas individu adalah untuk memenuhi kebutuhan baik kebutuhan jiwa, rohani, atau psikologis, serta kebutuhan jasmani atau biologis. Pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan agar kebutuhannya terpenuhi.

Manusia sebagai makhluk sosial

Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif.  Manusia akan senantiasa dan selalu berhubungan dengan orang lain. Manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Fakta ini memberikan kesadaran akan “ketidakberdayaan” manusia dalam memenuhi kebutuhannya sendiri.

Implikasi dari sifat kesosialan manusia

Adapun implikasi dari sifat kesosialan manusia adalah manusia adalah makhluk yang memiliki dua peranan yang harus dilakoni dalam kehidupan ini, yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Sebagai seorang individu manusia memiliki sifat egois, ambisius dan tidak pernah puas terhadap suatu keadaan atau apapun yang telah dimilikinya. Sedangkan dalam peranannya sebagai makhluk sosial mereka dituntut untuk bisa berbagi dan saling tolong menolong dengan sesama manusia lainnya yang sedang membutuhkan bantuan.

Interaksi sosial menjadi kunci dalam hubungan sosial

Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan timbal balik berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung dengan baik jika aturan – aturan dan nilai – nilai yang ada dapat ditaati dengan baik. Jika tidak adanya kesadaran atas pribadi masing – masing,maka proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Di dalam kehidupan sehari – hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari hubungan antara satu manusia dengan manusia yang lainnya,ia akan selalu perlu untuk mencari individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar pikiran. Sehingga Gillin & Gillin mengatakan bahwa: Proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada.

Perlu diingat juga bahwa interaksi sosial tidak selalu bersifat positif, dan tak jarang kita temui interaksi sosial yang bersifat negatif. interaksi sosial dapat bersifat positif atau negatif yang tergantung dari predisposisi sikap seseprang yang menunjukkan kesediaan atau penolakan. Yang bersifat positif mengarah pada suatu kerjasama, sementara yang negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilakan suatu interaksi sosial. Kondisi seperti inipun sering terjadi pada kegiatan sehari hari, contohnya tawuran antar pelajar, tawuran antar warga, perpecahan dalam suatu keluarga, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain. Dilihat dari segi manapun, interaksi sosial yang bersifat negatif ini bisa dipastikan akan menimbulkan kerugian. Diantaranya adalah rusaknya fasilitas, hilangnya harta atau bahkan nyawa pun bisa ikut melayang karena interaksi negatif tersebut.

Sumber :

http://noorikaahmad.multiply.com/journal/item/3?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://azenismail.wordpress.com/2010/05/31/interaksi-sosial-sebagai-faktor-utama-dalam-kehidupan-sosial/

http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_sosial

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20091122045356AApEd6m

http://galieh-inside.blogspot.com/2012/03/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan.html

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120804055710AACRwWM

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: