jump to navigation

Masyarakat Perkotaan dan Masarakat Pedesaan January 16, 2013

Posted by Arie in Uncategorized.
trackback

1. jelaskan perbedaan masyarakat desa dengan masyarakat perkotaan

* Masyarakat Desa

Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri, atau desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain. Suatu pedesaan masih sulit untuk berkembang, bukannya mereka tidak mau berkembang tapi suatu hal yang baru terkadang bertentangan dengan apa yang leluhur mereka ajarkan karena itu masyarakat pedesaan sangat tertutup dengan hal-hal yang baru karena mereka masih memegang teguh suatu khas adat-adat yang leluhur mereka ajarkan.

*Masyarakat Perkotaan

Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar. Pengertian kota dapat dikenakan pada daerah atau dalam lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan dalam struktur pemerintahan.

2. jelaskan hakikat keragaman dan kesetaraan manusia

* Makna Keragaman Manusia

Keragaman berasal dari kata ragam. Yang berarti ragam berdasarkan KBBI: (1) sikap, tingkah laku, cara; (2) macam, jenis; (3) musik, lagu, langgam; (4) warna, corak; (5) laras (tata bahasa). Merujuk pada arti no 2 di atas, ragam berarti jenis, macam. Keragaman menunjukkan adanya banyak macam, banyak jenis. Keragaman manusia bukan berarti manusia itu bermacam-macam seperti binatang dan tumbuhan, tetapi yang dimaksudkan setiap manusia memiliki suatu perbedaan. Dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan keragaman sifat dan ciri khas dari setiap orang yang dijumpai. Jadi manusia ialah beragam.

* Makna Kesetaraan Manusia

Kesetaraan berasal dari kata setara atau sederajat. Menurut KBBI, sederajat artinya sama tingkatan (kedudukan, pangkat). Dengan demikian, kesetaraan atau kesederajatan menunjukkan suatu adanya tingkatan yang sama, tidak lebih tinggi atau tidak lebih rendah antara satu sama lain. Kesetaraan bermakna bahwa manusia sebagai makhluk Allah memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Di hadapan Allah, semua manusia adalah sama derajat, kedudukan atau tingkatannya. Yang membedakan nantinya adalah tingkat ketakwaan manusia tersebut terhadap Allah.

3. Jelaskan kemajemukan dalam dinamika sosial budaya (horizontal & vertikal)

Masyarakat majemuk terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama, golongan, dan adat istiadat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kemajemukan tersebut terjadi diakibatkan oleh adanya perbedaan dari sumber kepercayaaan, keyakinan, ajaran, adat istiadat, etika, dan moral.

  • Masyarakat Majemuk Secara Horizontal & Vertikal

berbagai kelompok masyarakat di Indonesia di kategorikan dalam berbagai suku bangsa, kelompok penutur bahasa tertentu, maupun ke dalam golongan penganut ajaran agama yang berbeda satu dengan yang lainnya. Secara vertikal, masyarakat dapat dibedakan atas dasar mode of production yang bermuara pada perbedaan daya adaptasinya. Setiap kelompok atau golongan serta para pemeluk agama hendaknya tidak mempersoalkan perbedaan diantara mereka, tetapi justru diarahkan agar saling berlomba untuk berbuat kebajikan bersama. Untuk itulah sangat diperlukan adanya pendidikan multikltural untuk mempersatukan masyarakat yang majemuk tersebut. Fungsi strategis pendidikan multikultural adalah sebagai sebuah proses seseorang mengembangkan kompetensi dalam beberapa sistem standar untuk mempersepsi, mengevaluasi, meyakini, dan melakukan tindakan.

http://lischer.wordpress.com/2009/09/06/masyarakat-majemuk/

4. Problematika keragaman dan kesetaraan serta solusinya dalam kehidupan

Pada tingkat indifidu keragaman manusia berarti bahwa manusia memiliki ciri-ciri tersendiri yang berbeda dari  individu lain misalny pada watak,kelakuan , & sifat yang melahirkan masyarakat yang mejemuk dan keragaman dan ketermajemukan masyarakat ini dapat menjadi bernilai negatif seperti sering terjadi konflik & integrasi yang dipaksakan

  • Problem Keragaman Serta Solusinya Dalam Kehidupan

Masyarakat majemuk atau masyarakat yang beragam selalu memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut :
a. Terjadinya segmentasi ke dalam kelompok-kelompok yang sering kali memiliki kebudayaan yang  berbeda.
b.  Memiliki strutkutr sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplementer.
c.  Kurang mengembangkan consensus di antara para anggota masyarakat tentan nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.
d.  Secara relatif, sering kali terjadi konflik di antara kelompok yang satu dengan yang lainnya.
e.  Secara relatif, integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.
f.   Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.

  • Solusi Dalam Kehidupan
a. menghapus deskriminasi melalui penegakan HAM diseiap ranah kehidupan manusia
b. menerapkan hukum dengan ADIL melalui perbaikan sistem hukum yang lebih profesional, bersih dan berwibawa
c. pembuatan dan pengimplementasian peraturan perundang-undangan yang anti diskriminatif
d. membangun pola komunikasi untuk meningkatkan keterbukaan dan kedewasaan sikap
e. memperkecil kesenjangan antara warga masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan

 5.     Berikan contoh 1 kasus konflik horizontal di indonesia serta penyebab dari konflik itu?

Biasanya berupa benturan antara rakyat versus rakyat, di mana yang menjadi korban adalah rakyat pula. Bahkan tidak jarang konflik di dataran horisontal sekadar kembangan sistematis dari konflik level elit. Masih teringat tragedi 1965-1966 di mana massa rakyat di pulau Jawa (juga Bali) melakukan pembunuhan massal terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai simpatisan Partai Komunis Indonesia. Konflik tersebut merupakan kembangan dari konflik politik di tingkat elit antara elit pro dan anti status quo.

Dampak konflik paling hebat adalah yang terjadi seiring transisi politik Indonesia di penghujung akhir tahun 1990-an. Ketika rezim otoritarian kontemporermulai lemah dalam mengikat konsensus, lalu memainkan sentimen agama sebagai pijakan baru politiknya di satu sisi, sementara di sisi lain pola perpindahan penduduk (lewat transmigrasi dan urbanisasi) membentuk kemajemukan yang kompleks di sejumlah daerah, meletuslah beragam konflik komunal di Indonesia.

Penyebab dari Konflik-konflik yang terjadi di Indonesia umumnya berkembang di sekeliling garis multikulturalitas masyarakat. Nuansa suku bangsa, etnis, agama, dan pelapisan sosial mewarnai konflik-konflik violence sekaligus vandal. Konflik yang menyeret wacana primordial umum terjadi dalam konflik.

Sumber :
http://arispermana.wordpress.com/2013/01/14/masyarakat-pedesaan-dan-masyarakat-perkotaan/
http://www.slideshare.net/afdal1993/manusia-keragaman-dan-kesetaraan
http://yubi89.wordpress.com/2013/01/15/tugas-v-ilmu-sosial-dasar/
http://akhmad-wildan.blogspot.com/2013/01/ilmu-sosial-dasar-5.html

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: